Langsung ke konten utama

Postingan

Tidak Perlu Kuatir: Pelajaran dari Burung Pipit di Matius 6

Burung pipit itu tidak membawa tas kerja Setiap pagi di halaman rumah-rumah yang saya lewati, burung pipit mulai sibuk. Mereka mencari biji-bijian, terbang dari pagar ke atap, lalu kembali lagi. Tak seorang pun menugasi mereka. Tak seorang pun membekali mereka peta tempat makan. Sampai sore hari mereka tetap makan. Yesus menunjuk pemandangan sederhana ini ketika berbicara tentang kekuatiran. "Lihatlah burung-burung di udara, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, tetapi diberi makan oleh Bapamu. Bukankah kamu jauh lebih berharga daripada mereka?" (Matius 6:26 TB). Perbandingan ini menusuk. Burung pipit tidak pernah belajar asuransi jiwa. Mereka tidak menyimpan uang. Mereka hidup dari tangan Bapanya, hari demi hari. Kita tidak. Kita menghitung gaji bulan depan sambil mengingat cicilan bulan lalu. Kita buka ponsel di tengah malam untuk mengecek kabar yang tidak membuat kita lebih tidur nyenyak. Kekuatiran menjadi pekerjaan sampinga...

Diamlah dan Ketahuilah: Renungan Mazmur 46 di Tengah Dunia yang Guncang

Ponsel bergetar sepanjang hari. Kabar buruk masuk lewat grup keluarga dan lini masa, kadang sampai ke notifikasi jam tidur, lalu kepala ikut ramai menyusul. Justru di tengah keriuhan macam ini Kitab Mazmur menyimpan satu perintah yang bunyinya nyaris provokatif. “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah!” (Mazmur 46:11 TB). Mazmur 46 tidak lahir di ruangan yang teduh. Nyanyian dari bani Korah ini membuka diri dengan pemandangan runtuh. “Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut; sekalipun ribut dan berbuih airnya” (Mazmur 46:2-3). Kata sekalipun diulang tiga kali berturut-turut. Penulis mazmur tidak menutup mata dari kemungkinan paling buruk. Ia menyebut bencana itu satu per satu lebih dulu, baru kemudian memutuskan untuk tidak takut. Kunci ketegarannya ada di baris pembuka. “Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti” (Mazm...

Remaja Kristen dan Pacaran: Menjaga Hati Sebelum Waktunya Tiba

Grup chat kelas bisa berubah suasananya dalam semalam. Cukup satu anggota mulai pacaran, obrolan langsung bergeser dari PR ke drama siapa membalas pesan siapa dalam lima menit. Di luar layar, persoalannya lebih serius daripada kelihatannya. Anak muda Kristen bertanya apakah pacaran boleh, sampai mana batasnya, dan mengapa jawaban orang dewasa sering terasa mengambang. Saya ingin menjawabnya lurus sejak awal supaya tidak ada yang menggantung. Alkitab tidak pernah menyebut pacaran sebagai dosa. Kitab itu bicara soal sesuatu yang lebih dalam, yaitu arah hati di balik hubungan tersebut dan cara kita memperlakukan orang lain sebelum musim yang tepat tiba. Di titik inilah remaja perlu bekaling, bukan larangan kosong. Kidung Agung sudah memberi peringatan duluan Buku paling romantis di Alkitab ternyata juga yang paling tegas soal waktu. Kidung Agung merayakan cinta antara pengantin dengan bahasa yang berani, sampai-sampai ada pembaca yang salah tingkah. Justru dari tengah puitis itu m...

Ketika Anak Bertanya tentang Tuhan: Panduan Orang Tua Kristen

Pertanyaan anak soal Tuhan jarang datang di saat yang pas. Kadang tepat ketika sendok menyentuh piring, kadang justru setelah kita memadamkan lampu kamarnya. Mulut kecil itu bicara entah dari mana asalnya. Kenapa kita berdoa kalau Tuhan tidak kelihatan? Di mana rumah Yesus dulu? Apakah nenek masih bisa melihat kita dari surga? Orang tua sering terdiam bukan karena tidak percaya, melainkan karena takut menjawab salah. Yang sering terjadi setelahnya, orang tua hanya meloloskan pertanyaan itu. "Nanti kamu besar juga paham," begitu bunyi jawaban yang lazim. Anak menyimpan kalimat itu, dan beberapa tahun kemudian ia benar-benar berhenti bertanya. Justru saat itulah kita harus cemas. Pertanyaan macam ini sudah lama dicatat Alkitab ternyata memotret momen semacam itu dengan tepat. Dalam Ulangan 6, Musa menyampaikan perintah Allah kepada umat sebelum mereka masuk Kanaan, dan di tengah pengajarannya Allah menyiapkan skenario untuk masa depan. “Apabila di kemudian hari anakmu b...

Apa Itu Gereja Menurut Alkitab? Jawaban Kata Ekklesia yang Sering Terlewat

Tanyakan kepada anak-anak sekolah minggu apa itu gereja. Jawabannya biasanya satu, rumah Tuhan. Gedung dengan menara dan salib di puncaknya, deretan bangku kayu, papan nama besar di muka pintu. Orang dewasa menjawab dengan cara serupa, cuma bahasanya lebih panjang. Persoalan muncul saat kita ingat bahwa gedung boleh berganti pemilik, boleh dibongkar, bahkan habis terbakar. Kalau temboknya runtuh dan papan namanya turun, apakah gereja ikut lenyap bersamanya? Alkitab memberi jawaban dari arah lain, dan petunjuknya ada pada sebuah kata Yunani. Ekklesia, nama untuk orang-orang Perjanjian Baru memakai kata ekklesia untuk gereja. Preposisi ek berarti keluar, kata kerja kaleo berarti memanggil. Gabungan keduanya bermakna jemaat, sekumpulan orang yang dipanggil keluar ( SarapanPagi Biblika ). Situs tanya jawab teologi GotQuestions Indonesia merumuskannya hampir sama, perkumpulan atau jemaat yang dipanggil keluar dan dikhususkan. Dari mana pun kita memulai, kata itu menunjuk manusia. T...

Kesaksian Fellisia, Anak Nias yang Takut Kegelapan: Belajar Berani dari Daud dan Goliat

Rumah nenek di Nias menjadi sunyi begitu matahari tenggelam, dan di sanalah Fellisia Ilona Zamasi melewati sebagian masa kanak-kanaknya sementara orang tuanya merantau mencari nafkah. Orang-orang melihatnya sebagai anak sekolah minggu yang tenang dan rajin. Nyaris tak ada yang tahu bahwa setiap kali suasana gelap, pikiran anak dua belas tahun ini sibuk membentuk bayangan-bayangan yang membuat jantungnya berdebar. "Benar kak, dulu aku takut dan malu sekali," jawab Fellisia ketika ditanya apakah ia memang dulu anak yang penakut. Kesaksian ini dimuat Jawaban.com pada 24 Agustus 2026 dalam liputan pelayanan anak Superbook. Rasa minder ia rasakan begitu dekat sampai-sampai dianggapnya bagian dari dirinya. "Emang kayak gitu sifatku waktu itu," tambahnya jujur. Ketakutannya hadir dalam bentuk-bentuk sederhana. Rumah yang ditinggal orang tua. Ruangan tanpa cahaya. "Aku takutnya setan atau ada apa yang mungkin terjadi," ceritanya. Ia tidak menangis ataupun b...

Cara Mengatur Keuangan Menurut Alkitab: Panduan Praktis

Tanggal tua punya cara bicaranya sendiri. Notifikasi cicilan masuk saat saldo tinggal secuil, anak meminta tambahan uang jajan. Sebagian orang melewatinya tanpa drama, sebagian lagi menjalaninya tiap bulan dengan cerita yang sama persis. Alkitab tidak pernah menepi dari urusan uang. Penulis Kristen Randy Alcorn bahkan menghitung bahwa Yesus berbicara tentang harta lebih sering daripada gabungan tema surga dan neraka. Soal angka persisnya orang boleh berbeda pendapat, arahnya tidak. Dari pemuda kaya sampai hamba yang menerima talenta, uang terus menjadi bahan ajar, justru karena ia menyentuh bagian hati yang paling dalam. Uang Punya Daya untuk Memimpin Hati Yesus menyatakannya lugas, "Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada" (Matius 6:21). Kalimat ini menjelaskan mengapa satu notifikasi bank bisa mengubah suasana hati seharian. Harta tidak sekadar kita pakai, ia juga ikut memimpin. Perhatian kita mengikuti ke mana uang kita pergi, entah itu ke cicilan...