Pertanyaan anak soal Tuhan jarang datang di saat yang pas. Kadang tepat ketika sendok menyentuh piring, kadang justru setelah kita memadamkan lampu kamarnya. Mulut kecil itu bicara entah dari mana asalnya. Kenapa kita berdoa kalau Tuhan tidak kelihatan? Di mana rumah Yesus dulu? Apakah nenek masih bisa melihat kita dari surga? Orang tua sering terdiam bukan karena tidak percaya, melainkan karena takut menjawab salah. Yang sering terjadi setelahnya, orang tua hanya meloloskan pertanyaan itu. "Nanti kamu besar juga paham," begitu bunyi jawaban yang lazim. Anak menyimpan kalimat itu, dan beberapa tahun kemudian ia benar-benar berhenti bertanya. Justru saat itulah kita harus cemas. Pertanyaan macam ini sudah lama dicatat Alkitab ternyata memotret momen semacam itu dengan tepat. Dalam Ulangan 6, Musa menyampaikan perintah Allah kepada umat sebelum mereka masuk Kanaan, dan di tengah pengajarannya Allah menyiapkan skenario untuk masa depan. “Apabila di kemudian hari anakmu b...