Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Parenting

Ketika Anak Bertanya tentang Tuhan: Panduan Orang Tua Kristen

Pertanyaan anak soal Tuhan jarang datang di saat yang pas. Kadang tepat ketika sendok menyentuh piring, kadang justru setelah kita memadamkan lampu kamarnya. Mulut kecil itu bicara entah dari mana asalnya. Kenapa kita berdoa kalau Tuhan tidak kelihatan? Di mana rumah Yesus dulu? Apakah nenek masih bisa melihat kita dari surga? Orang tua sering terdiam bukan karena tidak percaya, melainkan karena takut menjawab salah. Yang sering terjadi setelahnya, orang tua hanya meloloskan pertanyaan itu. "Nanti kamu besar juga paham," begitu bunyi jawaban yang lazim. Anak menyimpan kalimat itu, dan beberapa tahun kemudian ia benar-benar berhenti bertanya. Justru saat itulah kita harus cemas. Pertanyaan macam ini sudah lama dicatat Alkitab ternyata memotret momen semacam itu dengan tepat. Dalam Ulangan 6, Musa menyampaikan perintah Allah kepada umat sebelum mereka masuk Kanaan, dan di tengah pengajarannya Allah menyiapkan skenario untuk masa depan. “Apabila di kemudian hari anakmu b...

Mendidik Anak Menurut Amsal 22:6: Meresmikan Rumah bagi Tuhan

Sebuah rumah berdiri baru; kuncinya masih di tangan pemiliknya, keluarganya belum pindah ke dalamnya. Hukum perang Israel kuno memuat ketentuan yang mungkin janggal hari ini. Sebelum pasukan maju, para petugas wajib memanggil satu golongan untuk pulang, yakni orang yang telah mendirikan rumah baru tetapi belum menempatinya (Ulangan 20:5). Negara itu rela kekurangan satu prajurit daripada satu rumah luput dari peresmian. Kata Ibrani di ayat itu ialah chanak. Chanak muncul lagi di ayat yang jauh lebih akrab di telinga kita. "Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu" (Amsal 22:6). Kata kerja itu hanya muncul lima kali di seluruh Alkitab, empat di antaranya menyangkut peresmian rumah atau altar, satu menyangkut anak. Nasihat Salomo jadi punya bobot baru. Mendidik anak setara meresmikan sebuah bangunan bagi Tuhan; kita menyerahkan hidupnya kepada Sang Pemilik sejak dini, bukan sekadar menghasil...

Cara Mendidik Anak di Zaman Digital Menurut Alkitab

Perubahan paling senyap dalam keluarga modern terjadi di meja makan. Dulu tempat itu penuh cerita, sekarang sering sunyi karena tiga atau empat kepala menunduk ke layar masing-masing. Tidak ada resep sempurna di artikel ini, dan saya tidak akan berpura-pura ada. Yang ada hanyalah pengamatan seorang penulis yang ikut bergumul dengan pertanyaan yang sama adalah bagaimana mendidik anak zaman layar tanpa kehilangan hati mereka? Persoalan gadget sudah menjadi ujian iman keluarga zaman ini. Banyak orang tua bertanya berapa jam anak boleh memegang ponsel, padahal pertanyaan lebih tajam berbunyi adalah siapa yang membentuk hati anak ketika layar menyala? Alkitab memang tidak menyebut kata teknologi, tetapi prinsipnya melampaui zaman. Kehidupan yang kita jalani di depan mereka itulah yang membentuk anak, bukan program yang kita rancang. Rumah Adalah Sekolah Pertama Perintah paling tua tentang pendidikan anak ada di Ulangan 6:6-7. Musa menulis, "Apa yang kuperintahkan kepadamu pada ...