Julukan yang awalnya disebut sambil tertawa bisa berubah menjadi beban saat terus diulang, apalagi jika satu kelas ikut tertawa. Di grup chat, ejekan dapat muncul lagi sepulang sekolah dan tetap terbaca di layar ponsel. Remaja yang mengalaminya mungkin mulai mencari alasan untuk absen atau menghindari lorong tertentu. Jika ini sedang terjadi padamu, ketahuilah bahwa perundungan bukan kesalahanmu. UNICEF menjelaskan bahwa perundungan umumnya melibatkan tindakan sengaja, pengulangan, dan ketimpangan kuasa. Satu komentar kasar mungkin belum menjadi pola perundungan, namun pertolongan tetap boleh dicari saat merasa terancam atau terluka. Ejekan yang berulang, pengucilan, ancaman lewat pesan, atau foto memalukan yang disebarkan perlu ditanggapi serius. Tidak perlu menentukan sendiri labelnya sebelum bercerita kepada orang dewasa tepercaya. Teman yang merundung bisa menyebut perbuatannya candaan. UNICEF mengingatkan bahwa candaan yang berlanjut setelah seseorang meminta berhenti, sementa...