Kesaksian jemaat GKPI Rajeg berlanjut pada Minggu, 4 Oktober 2026, saat mereka kembali beribadah di tempat baru di Kota Sutera, Pasar Kemis. Ibadah perdana berlangsung kondusif, menurut penatua jemaat Surya Sarjono Lumban Gaol dalam laporan Kompas.com . Kabar itu memberi kelegaan, tetapi tidak menghapus peristiwa yang membuat mereka harus pindah. Ibadah yang sempat terhenti Pada 20 September, sejumlah warga mendatangi sebuah rumah di Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, saat jemaat berkumpul untuk beribadah. Mereka meminta jemaat menghentikan kegiatan itu. Media juga melaporkan dugaan ancaman dengan senjata tajam. Polisi menerima laporan terkait kejadian tersebut. Kita perlu menyebutnya sebagai dugaan, sebab proses hukum belum selesai dan setiap orang berhak mendapat pemeriksaan yang adil. Setelah bermusyawarah dengan pemerintah setempat, pengurus jemaat menyepakati pemindahan kegiatan ibadah ke Kota Sutera. Wilayah itu secara administratif masuk Kecamatan Pasar Kemis, tetapi j...